Seminar kewirausahaan yang diselenggarakan di SMA Hang Tuah 5 Sidoarjo berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi sarana bagi para taruna untuk menambah wawasan sekaligus mendapatkan motivasi mengenai dunia usaha dan bisnis kuliner.
Acara dibuka secara resmi oleh Kasatdik yang dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan seminar sebagai tempat belajar, berbagi semangat, dan menggali potensi diri. Beliau menyampaikan bahwa kewirausahaan bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang menciptakan nilai dan manfaat bagi banyak orang.
Materi utama disampaikan oleh Sugeng Santoso, pendiri Boz Gank Pizza yang kini dikenal luas oleh masyarakat. Dalam pemaparannya, beliau menceritakan perjalanan bisnisnya yang dimulai dari usaha sederhana dengan modal terbatas hingga berhasil berkembang dan memiliki banyak pelanggan setia. Menurut Bapak Sugeng, peluang usaha di bidang kuliner masih sangat terbuka karena makanan merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Namun, sebuah usaha harus mampu menghadirkan produk yang berbeda, memiliki cita rasa yang enak, serta harga yang terjangkau agar mampu menarik minat pelanggan.
Beliau juga menjelaskan bahwa kewirausahaan bukan sekadar kegiatan jual beli barang atau jasa, tetapi juga tentang pola pikir yang kreatif, berani mengambil risiko, dan bertanggung jawab terhadap usaha yang dijalankan. Dalam menjalankan bisnisnya, Boz Gank Pizza menerapkan berbagai strategi, mulai dari penyusunan menu sesuai selera masyarakat, promosi melalui media sosial dan rekomendasi pelanggan, hingga menjaga kualitas produk agar tetap higienis dan menarik saat diterima konsumen. Selain itu, hubungan baik dengan pelanggan juga terus dijaga agar mereka tetap loyal dan kembali membeli produk. “Kunci sukses bukan hanya soal resep, tetapi juga pola pikir. Jangan hanya menjual produk, tetapi juga pengalaman dan komunitas,” jelas Bapak Sugeng kepada peserta seminar. Nama “Gank” pada brand tersebut dipilih untuk menciptakan kesan akrab, hangat, dan dekat dengan pelanggan.
Selain membahas strategi penjualan, peserta seminar juga mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan rantai pasok barang, manajemen karyawan, hingga cara memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang menarik. Di akhir sesi, Bapak Sugeng memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak takut memulai usaha. Menurutnya, keberanian untuk mencoba menjadi langkah penting dalam membangun bisnis.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif dan interaktif. Banyak taruna terlihat antusias mengajukan pertanyaan maupun berbagi ide usaha yang mereka miliki. Melalui seminar ini, para peserta mengaku mendapatkan banyak inspirasi dan wawasan baru mengenai dunia kewirausahaan. Kegiatan tersebut juga membuktikan bahwa peluang usaha dapat ditemukan di mana saja bagi mereka yang kreatif, berani, dan mau terus belajar. (Berryl dan Rafka)